Category: Lain-Lain


.web.id [subjunctive]

I wish I could get .web.id <<Subjunctive !! -____-

If someone want to give me one, just email me :P <<This is also !! -____-

Megatruh – Rendra

Ya. Inilah judul pidato kebudayaan saya malam ini. Megatruh. Megat-ruh. Megat artinya memutus. Jadi: megatruh adalah memutus ruh. Suasana dukacita yang mendalam. Bukan suasana perasaan semata, tetapi suasana ruh yang putus dan berada dalam alam kelam.

Mengapa begitu ?

O, AKAL SEHAT JAMAN INI !

BAGAIMANA MESTI KUSEBUT KAMU ?

KALAU LELAKI KENAPA SEPERTI KUWE LAPIS ?

KALAU PEREMPUAN KENAPA TIDAK KEIBUAN ?

DAN KALAU BANCI KENAPA TIDAK PUNYA KEULETAN ?

AKU MENAHAN AIR MATA

PUNGGUNGKU DINGIN

TETAPI AKU MESTI MELAWAN

KARENA AKU MENOLAK BERSEKUTU DENGAN KAMU !

KENAPA ANARKI JALANAN

MESTI DITINDAS DENGAN ANARKI KEKUASAAN ?

APAKAH HUKUM TINGGAL MENJADI SYAIR LAGU DISCO ?

TANPA PANCAINDRA UNTUK FAKTA

TANPA KESADARAN UNTUK JIWA

TANPA JENDELA UNTUK CINTA KASIH

SAYUR MAYURLAH KAMU

DIBIUS PUPUK DAN INSEKTISIDA

KAMU HANYA BERMINAT MENGGEMUKKAN BADAN

TIDAK MAMPU BERGERAK MENGHAYATI CAKRAWALA

TERKESIMA

TERBENGONG

TERHIBA-HIBA

BERAKHIR MENJADI HIDANGAN PARA RAKSASA

O, AKAL SEHAT JAMAN INI

KERNA MENOLAK MENJADI EDAN

AKU MELAWAN KAMU !

Para hadirin yang terhormat

Perkenankanlah saya mengulang apa yang sudah saya ucapkan dalam beberapa wawancara dengan pers. Adalah kodrat manusia bahwa ia mengandung Daulat Alam dan Daulat Manusia di dalam dirinya. Kebudayaan yang kita warisi dari leluhur banyak merenungkan dan menghayati Daulat Alam di dalam kehidupan: kelahiran, kematian, perjodohan, nasib rezeki, penghayatan pancaindra, penghayatan badan dan penghayatan alam semesta. View full article »

W.S Rendra

Kesadaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan
Perjuangan
Adalah pelaksanaan kata-kata

——————————————–

Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.
Bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.

——————————————–

Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.
Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.
Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,
nasib, dan kehidupan.

——————————————–

Willibrordus Surendra Bawana Rendra

Timeline

Tiba-tiba nemu file, semacam agenda, tertanggal 5 April 2009. Kira-kira sebulan sebelum UN SMP

Oke, entah sudah diceritakan atau belum, tapi saya vakum di saat yang tidak tepat. Saat temen-temen saya rame BIKIN BLOG [hikz]. Saya sudah tahu, vakum itu pasti akan berat sekali. Tapi lama-lama nggak juga [haha]. Lalu apa yang saya lakukan tanpa internet?

Minggu 1

1. Pascal. Minggu pertama vakum, saya coba-coba merambah pemrograman. Mulai dari yang sederhana dulu, Pascal. Sebenarnya bukan karena Pascal itu sederhana dan gampang (kata orang pinter), tapi karena saya nggak berhasil download program lain selain Turbo Pascal dan Free Pascal [hehe].

2. Reparasi. Komputer saya sakit sudah lama (tapi nggak full ngadat). Akhirnya setelah bertahun-tahun baru bisa direparasi.

3. Detik-detik Ujian Nasional. Awalnya saya nggak beli buku ini. Tapi setelah dilihat-lihat, kok lumayan buat latihan. Akhirnya beli deh, di BuSri (mBuri Sriwedari), 40 ribu + kunci jawabannya. Kasian temenku, beli 50 ribu di Gramed, nggak dapet kunci, Cuma dapet adem [wkakak].

4. The Master. Pertama aku bingung temenku ngomongin “Joe Sandy”, apaan sih? Ternyata itu orang yang muncul di RCTI, pas The Master. Ajang magician yang jurinya Romi Rafael sama Deddy Cobuzier. Akhirnya aku nyoba liat The Master (dengan TV monochrome, antenanya ngadat akibat angin ribut).

5. LPUN Sekolah I. Hff, bukan soal biasa. SMP kita kerjasama dengan Neutron dalam koreksi LJK.

Minggu 2

6. LPUN Kota. Serentak se-Surakarta.

7. Kampanye. Nggak di pohon, nggak di Koran, nggak di TV. Mereka tetap eksis. MERAH, KUNING, HIJAU, di langit yang BIRU.

8. Benny-Mice. Ke Gramed, baca kumpulan komiknya duo mawut itu, yang “Talk about HaPe”. Bisa ngekek juga, baik karena ceritanya yang nyata banget ataupun karena gambarnya yang “lucu”.

9. Corel. Berpindah dari Photoshop ke Corel [haha]. Paling suka yang Photo-Paint.

10. Avatar. Episode puncak the legend of Aang dalam Book Fire [^_^].

Paling ngakak pas bagian: nggak bisa download program lain selain turbo pascal dan free pascal, hha. Ternyata saya yang dulu jauh lebih hitech daripada yang sekarang, ckck.

Masa Lalu

Selamatkan diri kita dari bayangan menakutkan masa lalu. Apakah kita akan mengembalikan arus sungai ke hulunya, matahari ke tempat terbitnya, dan mengembalikan bayi ke pertunya, air susu ke teteknya, dan mengembalikan air mata ke dalam rongganya? Sesungguhnya terjebak pada masa lalu akan mengakibatkan kesusahan, mengerikan dan mengejutkan.

Bani Israil adalah orang-orang yang mengalami demam masa lalu jenis pertama. Mereka tidak mau menerima kebenaran baru, mereka selalu bilang, “Nenek moyang kami telah melakukan semua ini.”. Akibatnya, mereka jadi mandek dan menutup diri. Lebih dari itu, mereka menganggap diri tidak lebih baik dari nenek moyang mereka, generasi sebelumnya. Ada anggapan dari penyakit demam masa lalu ini, yaitu generasi kini tinggal meneruskan apa yang sudah dilakukan pada masa lalu, generasi kini hanyalah manusia sisa-sisa yang tidak mungkin menciptakan sejarah baru.

Demam masa lalu yang kedua adalah membayangkan kesusahan dan kegagalan masa lalu sebagai sebuah kesalahan yang akan terus-menerus mengikuti diri kita. Jangan menyesali kesenangan yang luput dari kita. Terimalah masa lalu tanpa mengingkarinya atau melupakannya. Kenanglah ia, tapi jangan hidup di dalamnya. Belajarlah darinya, tetapi jangan menghukum diri sendiri karenanya. Jangan terjebak di dalamnya, jika kita berpikir tentang masa lalu, untuk sesaat emosi kita tergadaikan di sana. Lalu muncullah kalimat penyesalan yang menyedihkan, “Seandainya saja dahulu aki melakukan hal ini…, seandainya saja dahulu aku mencintai si dia…, seandainya saja dahulu aku rajin berolahraga.” Saat itu kita terperangkap pada masa lalu dan jelas hanya akan membuang-buang waktu percuma. Lebih baik lihat masa lalu dan bertanyalah, “Apa yang dapat kupelajari dari masa lalu? Apa yang sudah kupelajari? Bagaimana masa lalu bisa membatuku saat ini?”. Saat ini adalah waktu yang sangat baik untuk menebus semuanya, mengidentifikasi dan menghilangkan penyesalan, menyelesaikan hubungan yang tidak terselesaikan, dan memperbaiki pelbagai kesalahan.

Demi waktu senja (Ketika semuanya sudah berlalu), sesungguhnya manusia merugi. (QS Al-‘Ashr[103]:1-2)

Taken from: La Tahzan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.